Resiko Proyek Teknologi Informasi

 Sebelum Mengetahui bagaimana dan seperti apa dampak negatif dari suatu proyek atau sering disebut Resiko maka terlebih dahulu kita mengetahui apa arti dari Resiko .
Pada proyek Tekhnologi Informasi Resiko adalah suatu bentuk umpan balik negatif, atau sering disebut masalah yang akan timbul nantinya ketika suatu proyek itu telah dijalankan , dan resiko itu sangat berbeda dalam setiap bagian pembuatan suatu proyek,. Oleh karena itu perlu ada perencanaan dan cara mengatasi resiko yang muncul nantinya. Dengan demikian resiko tersebut tidak dapat di hilangkan tapi hanya dapat di perkecil , Oleh sebab itu di awal pembuatan proyek kita harus membuat suatu perencanaan yang disebut dengan manajemen Resiko.


manajemen Proyek
secara definisi menajemen proyek adalah “penerapan pengetahuan, kompetensi, keahlian, peralatan dan metodologi dan teknik di dalam proses pengelolaan sebuah proyek sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan harapan berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholder) dari proyek tersebut.
sedangkan definisi dari proyek yaitu : “rangkaian usaha dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa pelayanan unik tertentu, dilaksanakan oleh manusia dengan memanfaatkan berbagai sumber daya, melalui rangkaian proses perencanaan, eksekusi dan kontrol.
pemenuhan kepentingan itu biasanya berupa:

  1. Aspek aspek keseimbangan antara kualitas proyek yang diharapkan dengan keterbatasan dana dan waktu.
  2. Aspek aspek yang mempertemukan kebutuhan/keinginan dan harapan pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proyek yang berbeda dan saling bertolak belakang.
  3. Aspek aspek mendefinisikan dan menentukan dengan jelas dan tegas hal hal yang diharapkan dan berlangsungnya sebuah proyek.
aspek manajemen proyek
merupakan aspek yang membahas tentang pengetahuan dasar yang harus diketahui oleh semua pihak yang berkepentingan dalam melaksanakan sebuah proyek yaitu: manajemen integrasi proyek, manajemen lingkup proyek, manajemen waktu proyek, manajemen biaya proyek, manajemen kualitas proyek, manajemen komunikasi proyek, manajemen kualitas, manajemen sumber daya manusia proyek, manajemen resiko dan manajemen pengadaan barang.
Integrated project management (IPM)
apa bedanya IPM dengan manajemen proyek biasa ?. Manajemen proyek merupakan rangkaian aktivitas waktu tertentu yang mengaplikasikan pengetahuan, keahlian, teknik dan peralatan demi tercapai tujuan dengan keterbatasan sumber daya yang ada. Namun yang sering terjadi, suksesnya sebuah proyek tidak sebanding dengan value atau nilai bagi perusahaan dimana proyek itu diadakan. banyak proyek pengembangan dan implementasi aplikasi (software) di perusahaan berhasil namun perusahaan merasa tidak mendapat manfaat yang ada dalam penerapannya. atau proyek pembangunan jaringan infrastruktur teknologi informasi yang sukses dikerjakan oleh sebuah tim yang dibentuk perusahaan, namun akan berakhir dengan kerusakan dan kadaluarsa sistem tersebut karena perusahaan tidak memiliki anggaran dan strategi untuk memelihara dan mengembangkannya.

  1. Tahap Pre-conditioning yaitu situasi sebelum sebuah proyek diresmikan pelaksanaannya.
  2. Tahap Project management yaitu ketika sebuah proyek secara resmi dimulai sampai selesai dilaksanakan.
  3. Tahap managing transition yaitu keadaan yang terjadi setelah sebuah proyek selesai dilaksanakan
  4. Tahap innovating continuously yaitu usaha perbaikan yang perlu dilakukan oleh organisasi pasca penyelenggaraan proyek dan transisi.

Manajemen Proyek dan Manajemen Risiko

Manajemen Proyek dan Manajemen Risiko

Manajemen proyek adalah cara mengorganisir dan mengelola sumber penghasilan yang penting untuk menyelesaikan proyek.

Hal pertama yang harus dianggap sebagai manajemen proyek adalah bahwa proyek ini diantarkan dengan batasan yang ada. Hal kedua adalah kemungkinan terbaik distribusi sumber daya. Manajemen proyek adalah seni mengontrol baik hal selama proyek, dari sejak dimulai sampai selesai.

Pengertian Manajemen

Manajemen merupakan sebuah proses terpadu dimana individu-individu sebagai bagian dari organisasi yang dilibatkan untuk merencanakan, mengorganisasikan, menjalankan dan mengendalikan aktifitas-aktifitas, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan dan berlangsung terus menerus seiring dengan berjalannya waktu. Agar proses manajemen berjalan lancar, diperlukan sistem serta struktur organisasi yang solid. Pada organisasi tersebut, seluruh aktifitasnya haruslah berorientasi pada pencapaian sasaran. Organisasi tersebut berfungsi sebagai wadah untuk menuangkan konsep, ide-ide manajemen. Jadi dapat dikatakan bahwa manajemen merupakan suatu rangkaian tanggung jawab yang berhubungan erat satu sama lainnya.

Pengertian Proyek

Sebuah proyek merupakan suatu usaha atau aktifitas yang kompleks, tidak rutin, dibatasi oleh waktu, anggaran, resources dan spesifikasi performansi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sebuah proyek juga dapat diartikan sebagai upaya atau aktifitas yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran, dan harapan-harapan penting dengan menggunakan anggaran dana serta sumber daya yang tersedia yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. Proyek selalu melibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Senantiasa dibutuhkan pemberdayaan sumber daya yang tersedia, yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran, dan harapan penting tertentu. Aktifitas atau kegiatan pada proyek merupakan sebuah mata rantai, yang dimulai sejak dituangkannya ide, direncanakan kemudian dilaksanakan, sampai benar-benar memberikan hasil yang sesuai dengan perencanaannya semula. Proyek merupakan aktifitas yang bersifat temporer. Selalu ada pembatasan dalam pelaksanaannya dan juga dalam skala tertentu.

Jadi dapat kita simpulkan dari masing-masing pengertian manajemen dan proyek. Apabila digabungkan, Manajemen Proyek adalah kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan sumber daya organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan sumber daya tertentu pula. Manajemen proyek sangat cocok untuk suatu lingkungan bisnis yang menuntut kemampuan akuntansi, fleksibilitas, inovasi, kecepatan, dan perbaikan yang berkelanjutan.

Kegiatan proyek biasanya dilakukan untuk berbagai bidang antara lain sebagai berikut:

Pembangunan fasilitas baru. Artinya merupakan kegiatan yang benar-benar baru dan belum pernah ada sebelumnya, sehingga ada penambahan usaha baru.

* Perbaikan fasilitas yang sudah ada. Merupakan kelanjutan dan usaha yang sudah ada sebelumnya. Artinya sudah ada kegiatan sebelumnya, namun perlu dilakukan tambahan atau perbaikan yang diinginkan.

* Penelitian dan pengembangan. Merupakan kegiatan penelitian yang dilakukan untuk suatu fenomena yang muncul di masyarakat, lalu dikembangkan sedemikian rupa sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Dalam prakteknya, timbulnya suatu proyek disebabkan oleh berbagai faktor antara lain:

* Adanya permintaan pasar. Artinya adanya suatu kebutuhan dan keinginan dalam masyarakat yang harus disediakan. Hal mi disebabkan karena jenis produk yang tersedia belum mencukupi atau memang belum ada sama sekali.

* Untuk meningkatkan kualitas produk. Bagi perusahaan tertentu proyek dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas atau mutu suatu produk. Hal mi dilakukan karena tingginya tingkat persaingan yang ada.

* Kegiatan pemerintah. Artinya merupakan kehendak pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat atas suatu produk atau jasa, sehingga perlu disediakan berbagai produk melalui proyek-proyek tertentu.

Pengertian dan jenis resiko dalam proyek sistem informasi..!!!

banyak definisi tentang resiko, resiko dapat ditafsirkan sebagai bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya (future) dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat ini. Manajemen resiko adalah proses pengukuran atau penilaian resiko serta pengembangan strategi pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu. Manajemen resiko tradisional terfokus pada resiko-resiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian serta tuntutan hokum). (Wikipedia)

Manajemen resiko adalah rangkaian langkah-langkah yang membantu suatu perangkat lunak untuk memahami dan mengatur ketidak pastian (Roger S. Pressman).

Jenis Resiko Teknologi :

- Komponen file tidak lengkap

- Sistem operasi tidak kompatibel, device tidak dikenal

- Perangkat keras tidak mendukung (mis: resolusi monitor, resolusi printer)

- Spesifikasi tidak memenuhi

Memperbaiki Flash Disk Yang Rusak

awalnya saya bingung juga kenapa Flash Disk Kingstoon saya yang 1 Gb mendadak rusak. Kalau ditancapkan terdeteksi tetapi kalau di akses selalu ada tulisan Please Insert Disk. Sedangkan jika dilihat propertiesnya terbaca 0 kb. Flashdisk yang saya beli setahun lalu seharga Rp 180.000,00 itu (mungkin kalau sekarang sudah bisa dapat dua ya :) ) nampaknya akan saya bongkar dan akan saya gunakan untuk pembelajaran anak-anak.

Hanya sekedar iseng saja, karena saya juga tidak yakin kalau flashdisk itu bisa diperbaiki aku masukkan kata kunci “memperbaiki flashdisk rusak”. Hanya dalam hitungan detik saya dihubungkan dengan sistus Mas TIkno, dengan setengah hati saya baca tutorialnya. Setelah download file sebesar 45 Mb dan mengikuti step-step yang ada, wah surprise ternyata flash disk saya bisa lagi, sayapun tidak menyangka.

Untuk meperbaikinya silahkan ikuti step-step berikut ini.

1. Download HP Drive Boot Utility sebesar 45 Mb. Freeware. Software ini mendukung untuk Flash Disk yang bukan keluaran HP.
2. Install software tersebut
3. Tancapkan flashdisk yang bermasalah ke dalam komputer.
4. Jalankan software dan pilihlah drive tempat flash disk anda.
5. Pilih Creae New or Replace Existing Configuration

Sekarang coba cek flash disk anda. Wah sekarang punya flashdisk lagi dong :) .

Tips Merawat & Optimasi PC

Perkembangan Teknologi Informasi (TI) telah merubah cara hidup dan
kegiatan manusia. TI meningkatkan efisiensi dan performa kinerja.
Perkembangan TI dari zaman komputer mainframe sampai dengan Personal
Computer (PC) begitu pesat. PC Biasanya digunakan oleh home user.

Kinerja PC sama dan bahkan lebih baik dari generasi mainframe.
Kompatibilitas device sangat baik. Sedangkan harga, bentuk fisik,
aplikasi PC semakin beragam dan mudah ditemukan. Seperti alat-alat
elektronika dan otomotif, perlu dilakukan services/maintenences. Biaya
untuk itu pun tergolong mudah, murah, dan bahkan gratis.
Tahapan Tips Merawat Merawat & Optimasi PC dapat dilakukan sebagai
berikut:
Kenali sistem komputer anda, sebab informasi tersebut diperlukan disaat
service: a) lakukan Inventaris komputer, b) Cek peralatan dan aplikasi
yang digunakan, dan d) Gunakan tools untuk mngumpulkan
informasi-informasi tersebut, misalnya Sisoft Sandra, Systems Works,
dll.

Buat system boot disk penyelamat disaat emergency, sistem crash, dan
terkena virus.
Hapus file sampah sebab file-file sampah memakan tempat yang dapat
menghambat kinerja PC seperti temp, bak, cookies, Browser History, dll.
Lakukan Defragmentasi Hard Disk. Gunakan tools defragmentasi di Windows
yang berguna untuk mengatur fragmentasi pada hardisk yang terjadi pada
saat install dan unistall. Untuk mempercepat akses data dan kinerja,
lakukan hal ini secara rutin (min 1 x sebulan).
Lakukan Scandisk Hard Disk. Scandisk berguna untuk mencek kerusakan
hardisk disaat sistem setelah crash/hang. Selain itu, lakukan pula
registry checker dengan tools.
Back up data dengan cara: a) Penyalinan data secara berkala, b) Backup
system dan aplikasi (system restore), dan c) Gunakan tools khusus
(Norton ghost, drive images).

Update Virus: a) Lakukan update database antivirus, b) Lakukan scanning
secara kontinu, c) Lakukan scanning file dari tempat lain. Ada banyak
antivirus yang tersedia mulai dari yang mahal sampai dengan gratis.
Update Operation System (OS) Windows: a) Update setiap minggu Windows
Update agar PC anda terbebas dari security hole (Celah keamanan).
Periksa Voltase Listrik: a) Perhatikan tegangan voltase, b) Gunakan
Regulator tegangan, c) Jika anda memiliki uang lebih, sediakan UPS.
Hindari Debu dengan menutupi PC dengan cover khusus, sebab debu dapat
mengakibatkan kerusakan. Dan jangan melakukan kegiatan lain didepan PC.
Shutdown sesuai procedure: a) Matikan komputer dengan benar, jika
tidak, akan mengakibatkan crash pada hardisk.
Optimalisasi PC Windows
Bisa jadi, lambatnya kondisi sistem Windows disebabkan oleh banyaknya
aplikasi yang terinstall sehingga kinerja PC semakin berkurang. Untuk
mengoptimalkan PC Windows anda, lakukan hal-hal berikut:
Setting Konfigurasi BIOS: a) Setting urutan boot dengan benar, b)
Disabled ‘Quick Power On Self-Test”, c) Disabled ‘Boot Virus
Detection”.
Start UP: a) Singkirkan setting yang tidak berguna, b) Bersihkan
aplikasi dari startup, c) Matikan grafik ‘awan’ (logo) pada Msdos.sys,
Msconfig.exe (windows 9x), Boot.ini (Windoxs XP),
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Dfrg\BootOptimize = Enable. d)
Matikan suara startup.
Rampingkan Registry dengan cara: a) Peras Registry Windows: Scanreg
/opt, Scanreg /fix, Scanreg /restore.
Atur Swap Memory dengan menggunakan Swap virtual memory dan
mengoptimalkan memory pada saat kekurangan.
Nonaktifkan Services: a) Mematikan beberapa layanan untuk mempercepat
akses sistem, b) Menutup lubang keamanan: Ex = com+, IPSec, RPC, Even
log, dll.
Lakukan benchmarking untuk mengukur kemampuan PC anda: a) Lakukan tes
kehandalan performa, b) TWEAK XP, c) Gunakan tools benchmarking yang
ada, misalnya: Sisoft sandra, Dr. Hardware, PC Analyser, 3DMark 2002,
Quake 3 Arena, HDTach, DataAdvisor, dll.
Dengan merawat & mengoptimalkan PC, anda dapat melakukan
tugas-tugas dan mengerjakan semua keinginan melalui PC anda secara
maksimal dan cepat.

THE DEGREES OF COMPARISON

Tingkat Perbandingan

Kata sifat kuantitatif much dan little, dan kata sifat bilangan many and few, mempunyai tingkat

perbandingan (degrees comparison).

The degrees of comparison (tingkat perbandingan) berjumlah tiga tingkat, yaitu :

1. The positive degree (tingkat biasa)

2. The comparative (tingkat lebih/perbandingan)

3. The superlative (tingkat paling)

1) Kata sifat yang terdiri dari satu suku kata dan beberapa kata sifat bersuku kata dua dapat dibentuk comparative dengan menambahkan er atau r, dan superlative dengan menambahkan -est atau -st.

a) Jika positive berakhir dalam dua huruf mati atau dalam satu huruf mati yang didahului oleh dua huruf hidup, er dan est ditambahkan

_Positive

thick

long

short


_Comparative

thicker

longer

shorter


_Superlative

thickest

longest

shortest

b) Jika positive berakhir dalam satu huruf mati dan huruf mati itu didahului oleh sebuah vokal pendek, huruf mati terakhir digandakan kemudian ditambahkan er dan est

_Positive

big = besar

wet = basah

hot = panas



_Comparative

bigger = lebih besar

wetter = lebih basah

hotter = lebih panas



_Superlative

biggest = terbesar

wettest = terbasah

hottest = terpanas

c) Jika positive berakhir huruf e, hanya r dan st ditambahkan

_Positive

nice = baik

fine = bagus

wise = bijaksana


_Comparative

nicer = lebih baik

finer = lebih bagus

wiser = lebih bijak


_Superlative

nicest = terbaik

finest = terbagus

wisest = terbijaksana

d) Jika positive berakhir huruf y, dan y itu didahului oleh huruf mati, y diubah menjadi I, lalu ditambahkan er dan est

_Positive

wry = miring

dry = kering

happy = bahagia


_Comparative

wrier = lebih miring

drier = lebih kering

happier = lebih bahagia


_Superlative

wriest =paling miring

driest = terkering

happiest = terbahagia

e) Jika y didahului oleh sebuah huruf hidup, y tidak diubah menjadi i, tapi langsung ditambahkan r dan est

_Positive

gay = riang

coy = pemalu

grey = mendung


_Comparative

gayer = lebih riang

coyer = lebih pemalu

greyer = lebih mendung


_Superlative

gayest = teriang

coyest = terpemalu

greyest = termendung

f) Kata sifat yang terdiri dari dua suku kata (two syllables) yang berakhiran some, ow, le, er, ditambahkan er dan est

_Positive

wholesome

narrow

noble

clever


_Comparative

wholesomer

narrower

nobler

clever


_Superlative

wholesomest

narrowest

noblest

cleverest

2) Kata sifat yang bersuku kata dua – two syllables (yang tekanan suaranya jatuh pada suku kata awal) atau lebih, ditambahkan more untuk membentuk comperatives dan most untuk superlatives

_Positive

famous = terkenal

useful = berguna

beautiful = cantik


_Comparative

more famous

more useful

more beautiful


_Superlative

most famous

most useful

most beautiful

3) Beberapa kata sifat dibentuk dengan cara tak beraturan (irregular) untuk comparatives dan superlatives

_Positive

fore

bad

ill

evil

good

hind

late

late

little

much

nigh

old

old

near


_Comparative

former

worse

worse

worse

better

hinder

later

latter

less

more

nigher

older

elder

nearer


_Superlative

foremost,first worst

worst

worst

best

hindmost

latest

last

least

most

nighest,next

oldest

eldest

nearest

Catatan 1 :

a) Former = yang terlebih dahulu/tadi ; yang pertama (di antara dua benda).

Contoh: I prefer the former fabric. Saya lebih menyukai kain yang terlebih dahulu

Of the two methods I prefer the former. Diantara kedua metoda itu saya lebih menyukai yang pertama

b) Later = yang belakangan

Contoh: I will take the later plane. Saya mau naik kapal terbang yang belakangan

c) Latter = yang belakangan/yang terakhir (di antara dua benda)

Contoh: I will take the latter book. Saya mau membeli buku yang terakhir (di antara dua buah buku)

d) Latest = yang belakangan/yang terakhir sampai sekarang

Contoh: What is the latest news of the war? bagaimanakah kabar terbaru (terakhir) perang itu?

e) Last = yang terakhir (yang paling akhir/penghabisan)

Contoh: This is our last opportunity. Inilah kesempatan terakhir kita

Z is the last letter of the alphabet. Z adalah huruf terakhir abjad

Penjelasan :

Later berarti yang belakangan atau lebih lambat, menunjuk pada waktu

Contoh: She came to school later than I. Ia datang ke sekolah lebih lambat daripada saya

Latter menunjuk pada urutan yang kedua di antara dua hal atau benda yang baru saja disebut

Contoh: Alexandria and Cairo are large cities; the latter has a population of over a million.

Alexandria dan Kairo adalah kota besar ; yang belakangan (yaitu Kairo) mempunyai penduduk lebih dari satu juta orang

Latest berarti yang terakhir sampai sekarang, sedangkan last berarti yang paling terakhir atau

penghabisan.

Jika kita katakan :

Did you read Mr. Green’s latest book? apakah anda membaca buku terakhir/terbaru Tuan Green?

Ini berarti bahwa Tn. Green boleh jadi akan mengarang lagi buku lain.

Kalau kita katakan :

Did you read Mr. Green’s last book? apakah anda membaca buku terakhir Tn. Green?

Ini berarti bahwa Tn. Green tidak atau tidak akan menulis buku lain lagi setelah buku yang

dimaksudkan tadi.

Catatan 2 :

a) Elder juga bentuk comperative dari old. Perhatikan perbedaan pemakaian elder dan older.

Contoh: John is my elder brother. John adalah kakak laki-laki saya

John is older than Lisa. John lebih tua daripada Lisa

b) Eldest juga bentuk superlative dari old. Perhatikan perbedaan pemakaian eldest dan oldest:

She is my eldest daughter. Ia putriku yang sulung

That is the oldest hotel in the city. Itulah hotel yang tertua di kota ini

Penjelasan :

Elder dan eldest dipakai pada orang saja, dan paling sering dipakai pada orang dalam hubungan

kekeluargaan. Sedangkan older dan oldest dipakai untuk menyatakan umur atau usia yang lebih tua atau tertua pada orang atau pun benda.

4) Ada enam buah kata adverbs (kata keterangan) dalam bentuk positive degrees, tetapi adjectives (kata sifat) dalam bentuk comparative dan supelative

_Positive

fore

far

in

out

neath

up



_Comparative

further

farther

inner

outer

nether

upper



_Superlative

furthest

farthest

innermost, inmost

uttermost, utmost

nethermost

uppermost

5) Kata-kata sifat tertentu tidak dapat diperbandingkan

perfect = sempurna

unique = unik

supreme = tertinggi

preferable = lebih baik

natural = alamiah

right = benar

wrong = salah

etc.

POSITIVE DEGREE (tingkat positif) digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu itu sama tingkatannya. Perbandingan untuk sesuatu yang tingkatannya sama digunakan as … as.

Contoh: Ali is 1,6 meters and Anwar is also 1,6 meters.

Ali is AS TALL AS Anwar.

This book cost Rp. 2.000,-. That book costs Rp. 2.000,-

This book is AS EXPENSIVE AS that one

Bentuk negatif dari perbandingan ini adalah sebagai berikut:

Contoh: Jakarta is not AS WARM AS Surabaya.

Rumus :

as + positive + as

no less + positive + than

not more + positive + than

Contoh:

This girl is as clever as that. Anak perempuan ini sepandai anak perempuan itu

This girl is no less clever than that. Anak perempuan ini sama pandainya dengan anak perempuan itu

That girl is not more clever than this. Gadis itu tidak lebih pandai daripada gadis ini

(berarti gadis itu dan gadis ini sama pandainya)

B. COMPARATIVE DEGREE digunakan apabila dua orang atau benda dikatakan tidak sama dalam hal sifat yang tertentu Yang satu lebih dari yang lain. Tingkat perbandingan dinyatakan dengan menggunakan “-er” jika kata sifat itu hanya memiliki satu suku kata (one syllable) serta di tambah kata “than.”

Contoh: Handi is TALLER than Anton

A train is FASTER than a bus

Jika kata sifat itu diakhiri dengan le, r, ow, y, maka tambahkan “-er”. Jika kata sifat diakhiri dengan “y”, maka berubah menjadi “ier.”

Contoh: This problem is simpler than the one we had yesterday.

The street in front of my house is narrower than this one.

Comparative degree yang menggunakan lebih dari satu suku kata (two or more syllables) digunakan “more.” Suku kata maksudnya beautiful = beau-ti-ful (3 suku kata); expensive = ex-pen-sive (tiga suku kata), useful = use-ful (dua suku kata)

Contoh: TV Program are more interesting than radio program.

My trousers are more expensive than yours.

Rumus :

comparative + than

Contoh:

Lisa is taller than her sister. Lisa lebih tinggi daripada saudara perempuannya

Jakarta is bigger than Surabaya. Jakarta lebih besar daripada Surabaya

PERHATIKAN!

Aturan untukk dua suku kata (two syllabels) lebih rumit. Beberapa adjective membentuk comparative and superlative dengan –er, -est., beberapa dengan more, most, yang lainnya boleh kedua-duanya.

Two-syllable adjectives dengan –er, -est

1. Adjective berakhiran –y yang didahului oleh konsonan

Contoh: pretty – prettier, dirty – dirtier, noisy – noisier, happy – happier, unhappy – unhappier

2. Adjective berakhiran –ple, -ble, dan biasanya –tle, -dle

Contoh: simple – simpler, noble – nobler, humble – humbler, subtle – subtler, idle – idler

Two-syllable adjective dengan more, most

1. Sebagian besar adjective berakhir suffix derivatif: -ous, -ish, -ful, -ing, -ed, etc.

Contoh: more famous, more useful, more childish, more interesting, more tired

2. Sebagian besar adjective berakhiran –ct, -nt, -st

Contoh: more exact, more recent, more honest, more urgent

Two-Syllable adjective dengan –er, -est or more, most (yang bentuk –er, -est kurang formal)

1. Adjective berakhiran –er: cleverer, tenderer, bitterer

2. Adjective berakhiran –ow: narrower, shallower, mellower

3. Adjective berakhiran –some: hansomer, wholesomer, lonesomer

4. Others: penekanan pada suku kata pertama: pleasanter, crueler, quieter, stupider

Penekanan pada suku kata kedua: politer, profounder, remoter, obscurer, sincerer, severer, securer

C. SUPERLATIVE DEGREE (tingkat superlative) yaitu apabila seseorang atau sebuah benda dikatakan melebihi atau mengungguli semua orang atau benda yang lain yang sama macamnya, kita menggunakan superlative degree dengan the … of.

Ketika kata sifat terdiri dari satu atau dua suku kata, digunakan dengan menambahkan “est.”

Contoh: The Wisma Nusantara building is THE TALLEST building in Jakarta.

An elephant is THE BIGGEST animal nowadays.

Ketika kata sifat berakhir dengan “y”, maka tingkat superlative berubah menjadi “iest.”

Contoh: Today is THE HAPPIEST day for me. It’s my birthday.

I don’t know which is THE HEAVIEST metal.

Kata sifat yang lebih dari dua suku kata menggunakan “MOST.”

Auxiliary Verbs

Auxiliary Verbs

Auxiliary verbs adalah kata kerja bantu yang secara gramatikal berfungsi membentuk atau memberi tambahan arti pada kalimat. Umumnya auxiliary verbs digunakan bersama-sama dengan kata kerja utama (main verbs) dan membantunya membentuk struktur gramatikal sebuah kalimat.

Ada tiga auxiliary verbs: to be, to do, dan to have. Be, do, dan have tidak mempunyai makna jika berdiri sendiri sebagai auxiliary verbs, meskipun begitu dalam bahasa Indonesia umumnya diartikan sebagai “sedang”, “telah”, “apakah”, atau “sungguh-sungguh”.


To Be
Auxiliary verbs yang biasa digunakan adalah be, am, is, are, was, were, being, been. Sebagai auxiliary verbs, to be biasa digunakan bersama past participle untuk membuat kalimat passive dan bersama present participle untuk membuat kalimat continuous.

Contoh:
- He is watching TV.
- We are teaching you about helping verbs.
- Small fish are eaten by big fish.
- He was killed in the war.
- The agencies were completing the inventories.
- I will be seeing him soon.
- He had only been trying to help.
- The house is being painted.


To Do
Auxiliary verbs yang digunakan adalah do, does, did. Sebagai auxiliary verbs, to do biasa digunakan bersama-sama kata kerja utama (main verbs) membentuk kalimat pertanyaan atau kalimat negatif. Dan juga dipakai untuk memberikan tekanan atau menghindari pengulangan kata kerja utama. Auxiliary verbs ini dikenal juga dengan istilah dummy operator atau dummy auxiliary.

Contoh:
- Do you like bananas?
- I don't feel like going out tonight.
- Where do you live?
- Don't forget to write.
- It doesn't matter if you win or lose.
- I didn't know what to do.
- What did you do with that notebook?
- He speaks faster than she does.
- I do understand.


To Have
Auxiliary verbs yang digunakan adalah have, has, had. Sebagai auxiliary verbs, to have digunakan bersama main verbs untuk membuat kalimat perfect.

Contoh:
- I have completed my work.
- She has acted in a film.
- They had forgotten to send the letter.
- Our guests have arrived.
- Has anyone phoned?
- I hadn’t seen him for fifteen years.
- Someone should have predicted these complications.



Catatan

Be, do, dan have juga berfungsi sebagai main verbs atau principal verbs. Perhatikan contoh berikut dibawah ini.
- She is a good singer. (Principal verb)
- She is singing. (Auxiliary verb)

Auxiliary verbs juga biasa disebut dengan istilah helping verbs.

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme